Apakah Merek dan Brand Sama? Ini 3 Perbedaan Mendasarnya!

3 Perbedaan Merek dan Brand
Sumber : Unsplash.com

Kamu pasti tidak asing dengan istilah merek dan brand. Banyak orang salah mengartikan istilah merek dan brand sebagai hal yang sama. Namun, pernahkah kamu berpikir apakah keduanya sama atau tidak? Jawabannya, tidak. Merek dan brand adalah dua hal yang berbeda. Apa saja perbedaannya? Manakah yang lebih penting? Mari kita pelajari lebih lanjut di artikel ini untuk menjawab pertanyaa tersebut!

Baca tips membangun merek di sini

Apa itu Merek dan Brand?

Meskipun kata ‘brand’ dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai merek namun keduanya berbeda dalam dunia bisnis. Merek dapat diartikan sebagai tanda pengenal yang dibuat oleh produsen untuk menamai sebuah produk. Dengan kata lain, merek adalah nama yang didaftarkan untuk sebuah produk. 

Lalu apa itu brand? Kata brand di sini diartikan sebagai citra produk bagi konsumen. Nilai yang dimiliki brand lebih esensial dan melibatkan emosi dari pengguna terhadap produk. Selain itu, nilai tersebut juga membentuk identitas produk. Lebih lanjut, berikut adalah perbedaan mendasar mengenai merek dan brand yang perlu kamu pahami!

Perbedaan Merek dan Brand

Fungsi

Pertama, merek memiliki fungsi yang lebih general. Fungsi merek adalah sebagai pembeda produk dengan produk lain yang serupa melalui nama. Misalnya terdapat dua produk sepatu, hanya dengan melihat dari mereknya saja tentu kamu sudah bisa mengetahui kalau dua sepatu tersebut tidaklah sama. Berbeda dengan merek, brand memiliki fungsi yang lebih spesifik. Fungsinya untuk menciptakan nilai esensial sebuah produk agar menjadi berbeda dibanding produk lain. Nilai-nilai esensial tersebut meliputi nilai kepercayaan, keunggulan, serta daya tarik produk di masyarakat.

Komponen

Kedua, komponen merek terdiri dari logo, disain, warna, simbol, dan tulisan. Kombinasi dari komponen ini yang membentuk identitas merek sebuah produk. Semua komponen ini dapat dilihat secara kasat mata untuk membedakan produk tersebut dengan produk lain. Berbeda dengan komponen brand yang terdiri dari nilai-nilai yang membuatnya disukai oleh masyarakat. Contoh dari komponen brand adalah kualitas, layanan, hingga keunggulan sebuah produk yang tidak dimiliki oleh produk lain. Jadi, komponen brand didapat dari hasil pengalaman dan kesan yang didapat pengguna terhadap sebuah produk. 

Tingkat Kepentingan

Ketiga, dilihat dari fungsi dan komponennya, manakah yang lebih penting? Apakah merek bisa berdiri tanpa brand atau sebaliknya? Merek dan brand keduanya sama penting dan saling berkaitan dalam dunia bisnis. Sebuah merek akan lebih dikenal oleh masyarakat jika memiliki branding yang kuat. Merek memiliki nilai lebih jika memiliki brand value yang spesial. Sedangkan brand tidak dapat dibangun jika tidak ada merek. 

Merek yang merupakan nama sebuah produk membutuhkan gambaran melalui branding untuk dapat ditawarkan pada masyarakat. Brand kemudian dapat menciptakan identitas yang dapat diingat dalam waktu lama sehingga menimbulkan loyalitas. Maka, merek dan logo yang ikonik juga harus diiringi dengan branding yang kuat melalui kualitas, ciri khas, dan keunggulan sesuai kebutuhan konsumen.

Nah, kamu sudah tahu perbedaan mendasar dari keduanya. Sebagai pemilik bisnis apakah kamu sudah memiliki branding yang kuat untuk merekmu? Apabila kamu baru mau membangun bisnis, wawasan mengenai merek dan brand ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan bisnismu. Semoga berguna ya!

Bagikan