Apa itu NFT? Hal yang Bikin Ghozali Everyday Mendadak Jadi Milliarder

Tren NFT mulai ramai diperbincangkan oleh warganet saat Ghozali Everyday lewat keunikannya sukses meraup keuntungan penjualan NFT (Non-Fungible Token) miliknya di marketplace OpenSea. Yang menjadi keunikannya adalah ia menjual foto-foto selfie setiap harinya yang diambil dari tahun 2017 hingga 2021 melalui akunnya di marketplace OpenSea.

Berdasarkan pengakuan diri nya di saluran YouTube milik Deddy Corbuzier, Ia mengaku telah meraih pendapatan dari NFT hingga Rp,1,7 milliar dalam bentuk Ethereum. Kemudian, menurut data yang diambil dari akunnya, Ia telah menaikkan volume transaksi sebesar 297 Ethereum (ETH) atau sekitar Rp14,2 miliar. Lantas, apa sebenarnya NFT itu? Bagaimana cara kerjanya? Simak penjelasan berikut ini:

Apa itu NFT?

NFT adalah singkatan dari Non-Fungible Token. Non-fungible adalah istilah ekonomi yang dapat digunakan untuk menggambarkan hal seperti lagu. Hal ini tidak dapat dipertukarkan dengan barang-barang lain karena mereka memiliki sifat yang unik. NFT adalah barang digital yang dapat diperjualbelikan menggunakan teknologi blockchain. Yakni basis data digital yang menopang cryptocurrency seperti bitcoin dan ethereum.

NFT merupakan token yang dapat digunakan untuk mewakili kepemilikan item unik. NFT membuat kita menandai hal-hal seperti seni, barang koleksi, bahkan real estate. Item tersebut hanya dapat memiliki satu pemilik resmi pada satu waktu dan diamankan oleh blockchain Ethereum. Tidak akan ada yang dapat mengubah catatan kepemilikan atau menyalin/menempel NFT baru menjadi ada.

Bagaimana NFT diperdagangkan?

Seperti cryptocurrency, NFT diperjualkan di platform khusus. Contohnya seperti OpenSea, Axie Marketplace, Larva Labs/ CryptoPunks, NBA Top Shot Marketplace, Rarible, SuperRare, Foundation dan Nifty Gateway. OpenSea adalah market place NFT paling terkenal. Dengan menggunakan platform ini, maka pengguna bisa membuat NFT gratis dan menawarkan pembelian atau lelang langsung. Dalam buku “NFT & Metaverse: Blockchain, Dunia Virtual & Regulasi”, disebutkan bahwa OpenSea merupakan marketplace NFT yang bisa digunakan untuk sebagai pemasok produk digital dan koleksi langka.

Baca juga:

Social Media Officer pada Sebuah Perusahaan

Media Sosial Paling Banyak Digunakan di Indonesia

NFT memberikan kemampuan untuk menetapkan atau mengklaim kepemilikan atas setiap bagian data digital  unik, bisa dilacak dengan menggunakan blockchain Ethereum sebagai buku besar publik. NFT dicetak dari objek digital sebagai representasi aset digital atau non-digital. Misalnya, pembeli membeli lukisan terkenal, tetapi pembeli tidak menerima lukisan itu. Yang berpindah tangan adalah sertifikat kepemilikan NFT, terdaftar di blockchain.

Sertifikat wajib disimpan dengan aman dalam dompet digital, yang dapat menjadi kedalam berbagai bentuk. Dompet dapat diakses melalui Metamask, ekstensi browser internet gratis, atau perangkat fisik yang aman. Bisa juga dalam bentuk sederhana dari kode cetak pada selembar kertas.

Untuk membeli NFT, dompet harus berisi cukup cryptocurrency yang relevan misalnya, ether (ETH) jika orang tersebut membeli token di blockchain Ethereum. Dengan sedikit pengetahuan teknis, kita juga dapat membuat, atau “mint”, NFT kita sendiri. Pada akhirnya, NFT adalah kontrak digital, dengan aturan tertentu yang disematkan seperti jumlah salinan yang tersedia untuk dijual.

Perbedaan NFT dengan kripto lain

Setelah membaca pengertian NFT dan cara kerjanya, mungkin Anda akan berpikiran bahwa NFT sama dengan kripto lainnya, seperti Bitcoin.NFT pada dasarnya merupakan anak turunan cryptocurrency. Walaupun demikian, kedua hal diatas merupakan dua hal yang berbeda dari aspek tujuan, bentuk dan penggunaan.

Dilansir dari CNBC Indonesia. Aset kripto seperti Bitcoin sama halnya seperti uang fisik. Keduanya memiliki nilai tukar yang sama dan bisa diperdagangkan. Seperti jika diberikan contoh, uang senilai Rp 50 ribu akan selalu bernilai tukar Rp 50 ribu. Begitupun 1 Bitcoin yang juga bernilai 1 Bitcoin.

Berbeda dengan aset digital NFT. Aset digital NFT tidak memiliki kesamaan nilai tukar. Masing-masing NFT memiliki tanda tangan digital di mana tidak memungkinkan adanya pertukaran dengan NFT lainnya. Yang artinya, satu klip NFT tidak memiliki nilai sama dengan satu klip NFT lainnya.

Setiap aset NFT dibuat hanya sekali dan tidak dapat ditukar atau diperdagangkan dengan NFT lain. Ini karena NFT tidak memiliki nilai yang setara. Kepemilikan NFT adalah mutlak. Artinya, pemilik memiliki hak milik secara penuh. NFT juga tidak dapat dibagi lagi menjadi face value  yang lebih kecil seperti jenis cryptocurrency lainnya.

Itulah penjelasan mengenai NFT dan cara kerjanya yang telah membuat Ghozali Everyday menjadi milliarder sekarang. Menarik bukan? Baca artikel tentang NFT lainnya disini 

Bagikan