Kopi, Senja, Semesta dan Sosial Media

Menyeruput kopi di kala senja, membawa rasa pahit ini ke kenanganmu yang tertikam oleh semesta.” Dari aku sang pujangga suram.

longdistancecreator.com

Puitis, romantis walau kadang terdengar pesimis. Begitulah hal yang nampak dari “anak indie” ketika tengah marak di tahun 2019 bahkan pamornya belum redup hingga akhir-akhir ini. Bagi beberapa pengguna sosial media ketika membuka akun sosmed mereka, pasti tak jarang melihat sebagian postingan teman yang membagikan unggahan foto ataupun video dengan mencantumkan kata-kata puitis yang tak luput dari kopi, senja juga semesta. Ketiga kata tersebut bagaikan “starter pack” wajib di kalangan mereka.

Fenomena “anak indie” tersebut menjadi hal populer di dunia maya, khususnya di platform Instagram dan Twitter. Dengan menelusuri penggunaan hastag di jejaring Instagram, ada sekitar 35.5k posts pada tagar #anakindie. Selanjutnya diikuti oleh beberapa tagar lainnya yang masih berkaitan dengan hal tersebut. 

Kopi, Senja, Semesta dan Sosial Media
Kopi, Senja, Semesta dan Sosial Media
(sumber foto: Instagram penulusuran)

Beralih ke laman Twitter. Netizen disana cukup berbeda dari Instagram, mereka lebih banyak mengarah ke identitas “anak indie” itu sendiri. Dikutip dari Liputan6.com, media sosial Twitter memperhatikan banyak netizen mendefinisikan Indie tak hanya sebatas kata-kata puitis saja, namun bisa menunjang istilah lainnya. Para netizen menunjukkan bahwa Indie memiliki makna lain yang justru nyeleneh dari makna seharusnya.

Kopi, Senja, Semesta dan Sosial Media
Kopi, Senja, Semesta dan Sosial Media
(sumber foto: Twitter)

Baca juga: Mengenal FOMO dan kebalikannya JOMO disini

Tak bisa dipungkiri, nyatanya media sosial menjadi salah satu tempat aktivitas anak indie menyalurkan perasaan, pandangan sekaligus menyebarluaskan opini atau perspective yang menyangkut pautkan identitas dari suatu komunitas. Sajak puitis maupun kata-kata manis sudah menjadi ciri khas bagian dari mereka dan seiring berjalannya waktu, definisi anak indie pun bergeser dan dapat menjelma ke berbagai makna. 

So, berakhir sudah kisah ini, jangan sering kau seruput kopi. Sebab aku takut kau mati, Eaaa…

Bagikan