Psikologi Harga: Jurus Jitu agar Produk Laku!

Istilah psikologi harga kedengarannya masih agak asing di kalangan awam. Sebab pada dasarnya kata psikologi selalu merujuk ke arah ilmu tingkah perilaku manusia maupun hal-hal yang berbau mental seseorang. Namun ternyata, di dalam ranah digital marketing peristilahan psikologi harga sangat dibutuhkan dan ditekankan. Oleh karena itu, dua cabang tersebut yakni psikologi dan marketing menjadi saling berkaitan demi mencetak harga yang mengejutkan pembeli/konsumen.

Baca juga : Cara Memasarkan Produk yang Terbaik disini

Psychological pricing atau biasa disebut psikologi harga merupakan strategi penetapan harga berlandaskan teori bahwa suatu harga dapat mempengaruhi psikologis seseorang. Hal ini menjadi penuntun para penjual dalam mengatur harga sebaik mungkin agar calon pembeli tergoda untuk membeli produk secepatnya. Sebagai contoh, lihat ilustrasi di bawah ini:

Psikologi Harga: Jurus Jitu agar Produk Laku!

Bagaimana dengan iklan di atas? Dengan melihat adanya penurunan harga/diskon menggunakan teknik coret tersebut, secara otomatis daya tarik beli menjadi lebih tinggi. Berikut trik-trik psikologis harga untuk menggaet calon pembeli.

1. Kurangi 1 Digit pada Angka Akhir

Teknik yang pertama masih terlihat mudah untuk dilakukan. Caranya hanya cukup dengan mengurangi satu digit angka akhir dari harga normal. Hal demikian sangat sering ditemukan di pasaran bahkan brand-brand dunia. Suatu produk yang diberi harga Rp 280.000 terkesan mahal dibandingkan dengan nominal Rp 279.999. Meskipun hanya turun satu digit, nyatanya teknik ini mampu menghipnotis para pembeli. Banyak yang mengatakan juga sebagai The Power Of Angka 9.

2. Coret Harga

Sebagaimana di awal contoh psikologi harga, metode yang satu ini juga memiliki peran besar dan mampu menjangkau perhatian. Menampilkan dua harga; satu tanpa coretan dan yang kedua tercoreng jelas, teknik ini dapat menggiring pembeli untuk membeli produk yang dijajarkan sebab mereka akan merasa diuntungkan (terlihat lebih hemat karena diskon).

3. Memanfaatkan Ekuivalen Harian  

Trik harga dengan menggunakan ekuivalen harian, nampaknya lebih ringan dan terlihat murah. Alih-alih membuat harga Rp 600.000 per bulan, coba ganti menjadi Rp 20.000 per hari. This is so light!

4. Tampilkan Varian Harga yang Cekatan

Selanjutnya, ada trik harga yang bisa membuat pembeli menjadi lebih aware sebelum melanjutkan tranksaksi. Satu produk namun dengan dua atau bahkan tiga harga berbeda. Perbedaan harga tersebut diikuti juga dengan ketentuan seperti; dilihat dari ukuran maupun kuantitasnya. Meskipun begitu, selisih harga antara ukuran tertentu dengan yang lainnya harus mendekati layaknya harga normal pertama sebab masih dalam satu produk. Lihat gambar di bawah ini.

5. Hidden Words (Trik Simpan Kata)

Taktik kali ini sering pula digunakan pada harga produk dengan nominal miring atau harga yang terlihat impossible dari seharusnya. Metode ini menggunakan cara penyembunyian kata/keterangan dan titik fokusnya tertuju pada angka harga. Contoh yang sering kita lihat adalah tanda bintang kecil (*) dalam arti “syarat dan ketentuan berlaku”. Secara tidak langsung, hal tersebut berhasil memainkan psikologis pembeli karena dapat membuat mereka bertanya-tanya akan kemurahannya (harga). Namun kenyataannya, di balik promo tersebut ada makna yang tersirat.

6. Sistem Bundling

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya sistem bundling ini mampu memperdaya pembeli. Bagaimana bisa menolak, jika mendapatkan tiga barang sekaligus hanya dengan harga satu barang. Trik ini juga berlaku untuk menerapkan metode promo seperti “buy 1 get 1” atau beli produk A, dapat produk B dan C.

7. Poles Harga dengan Warna Mencolok

Berhasilnya suatu produk juga dapat diimbau dari desain yang dikemukakan. Begitupun halnya ketika merancang harga bisa dipertimbangkan perihal pola, bentuk maupun warna. Pemilihan warna yang mencolok dan kontras bisa menimbulkan atensi yang cukup dari pembeli. Terlebih, orang-orang menyukai sesuatu yang jelas terang-terangan. 

8. Atur Ukuran Font

Sebagaimana pada poin sebelumnya bahwa desain suatu harga turut andil dalam memperkuat nilai ketertarikan. Pola pikir manusia seringnya berasumsi bahwa semakin kecil ukuran font, semakin rendah pula harga yang tertera. Lain halnya bila produk tersebut disiapkan untuk harga diskon. Pantasnya, perbesar ukuran font demi memperbesar persepsi diskon. 

9. Tingkatkan Kualitas serta Brand Awareness

Terakhir, trik ini sangat wajib diterapkan demi keberlangsungan hidupnya suatu produk/brand. Meningkatkan kualitas dan mutu perlu selalu diutamakan agar kepercayaan pembeli tidak hilang. Bilamana produk-produk telah terjamin kualitasnya maka terbitlah kesetiaan di benak para pembeli/konsumen. Ingin mempelajari lebih lanjut tentang Brand Awareness? Baca disini.      

Kesimpulannya, psikologi harga adalah sebuah permainan harga untuk menarik perhatian yang mana mensinyalir ke alam bawah sadar manusia agar tergiur pada suatu hal. Bukan hanya untuk para penjual saja, tetapi teknik-teknik demikian juga berguna untuk pembeli dalam memperluas wawasan. Semoga tulisan ini bermanfaat, ya, readers LDC!

Bagikan