Sosial Media Detox: Pengertian dan Alasan

sosial media detox Pengertian dan Alasan
Long Distance Creator

Selain mendekatkan yang jauh, media sosial juga menjadi sumber trend, berita-berita terbaru, dan lain sebagainya. Apalagi untuk kaum milenial yang keberadaannya mendominasi negeri kita ini. Dilansir dari IDN Times Indonesia, kaum milenial di Indonesia termasuk dalam kategori heavy user (4 – 6 jam sehari). Perlu digaris bawahi bahwa tidak ada yang salah dengan menghabiskan waktu untuk di ranah internet. “Yang terpenting adalah menggunakan media sosial sesuai dengan tujuan dan kebutuhan”, ujar Catherine Price penulis How to Break up With Your Phone sekaligus founder Screen/Life Balance. Nah, apabila kamu dalam bermedia sosial merasakan sesuatu yang mulai toxic seperti cemas, insecure, merasa tidak puas dengan diri sendiri dan lain sebagainya, itu tandanya kamu membutuhkan social media detox nih. Sebenarnya apa sih social media detox itu? Simak ulasan berikut ini!

Apa itu Sosial Media Detox?

Detoks media sosial) adalah break sejenak dari kehidupan medsos. Bisa dengan mengurangi atau bahkan menghentikan penggunaan medsos untuk periode waktu tertentu. Menurut Catherine Price, social media detox diperlukan apabila kita merasa bahwa media sosial memberikan pengaruh buruk terhadap kehidupan kita, seperti menurunkan produktifitas dan kreatifitas, atau bahkan menyita waktumu dari kegiatan yang membuatmu benar-benar bahagia.

Baca juga:

Ketahui Tentang Serba-Serbi Copyright

Kopi, Senja, Semesta dan Sosial Media

Manfaat Sosial Media Detox

Namanya juga detoks, tentunya social media detox bertujuan untuk mengurangi dan menghilangkan pengaruh buruk dari media sosial. Seperti apa sih manfaat social media detox yang dimaksud? Berikut penjelasan dan beberapa alasan mengapa kamu harus melakukan social media detox.

It’s Time to Love Yourself

Dengan social media detox, kamu juga secara otomatis akan berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Apalagi media sosial juga cenderung membuat kita terpukau melihat kesuksesan orang lain. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental kita lho. Dilansir dari penelitian BMC Public Health, anak-anak dengan kisaran usia 10 tahun dan aktif di internet memiliki dampak negatif pada saat mereka dewasa. Hal itu karena mereka terus membandingkan dirinya dengan kesuksesan dan standar kecantikan di media. Hasilnya, mereka selalu merasa tidak puas dengan dirinya sendiri. Untuk itu, social media detox bertujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki kesehatan mental akibat membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Inilah saat yang tepat untuk mulai mencintai diri sendiri dengan set your own standard, bukan hanya melihat kehidupan atau pencapaian orang lain. Karena kamu yang berpengaruh terhadap kehidupanmu sendiri. You are the main character of your own story!

“The same way that you are the main character of your story, you are only a secondary character in everybody else’s story.” 

– Don Miguel Ruiz

Dekatkan yang Dekat

Salah satu kelebihan media sosial adalah kemampuannya untuk mendekatkan yang jauh. Tapi jika berlebihan, media sosial juga bisa lho merebut waktumu untuk orang-orang terdekat. Seperti misalnya pada saat berkumpul keluarga atau teman, untuk mengatasi perasaan canggung kamu lebih memilih menyibukkan diri dengan handphone daripada mengatasi situasi. Atau mungkin orang-orang terdekat kamu merasa diabaikan apabila kamu terus menatap layar kaca. Hal ini sesuai dengan Neil Oscar yang mengatakan bahwa media sosial bersifat instan dan dapat menjangkau jutaan orang, sehingga dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Ketika kamu break sejenak dengan media sosial, kamu bisa mulai membangun hubungan yang lebih berkualitas. Yuk, perbaiki hubunganmu dengan orang terdekat dengan social media detox.

Temukan Apa yang Membuatmu Bahagia

Berikan kesempatan untuk melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia dan baik untuk kesehatan mental kamu (healing). Hal ini juga untuk menyadarkan kamu bahwa masih banyak kegiatan yang dapat dilakukan selain ber-media sosial. Tidak hanya itu, beberapa kegiatan juga dapat meningkatkan produktivitas serta memberikanmu kesempatan untuk explore bakat dan keterampilanmu sendiri. Beberapa kegiatan seperti bermusik, berkebun, memasak, melukis, dan membaca buku bisa menjadi pilihan jika kamu berencana melakukan social media detox. Dengan mencoba dan explore beberapa aktivitas atau kegiatan baru, siapa tahu kamu juga bisa menemukan hobi baru lho.

Not Only Good For Your Mind, But Also Your Health

Dilansir dari Hellosehat, terdapat penelitian yang mengungkapkan bahwa 57% dari orang dewasa berusia 19 – 32 tahun memiliki masalah tidur karena medsos. Seperti menggunakan sosial media dan jaringan internet lainnya sampai larut malam, media sosial dapat mendapatkan gairah emosional dan kognitif lebih tinggi di malam hari, hingga sinar dari layar gadget yang dapat mengurangi kualitas tidur. Tidak hanya itu, sinar biru dari gadget juga dapat membuat mata lelah dan kurang baik untuk kulit. Michelle Henry, seorang dokter kulit di New York pun mengatakan bahwa cahaya biru dapat merusak retina dan mengurangi ekskresi melatonin kita, sehingga dapat mengganggu siklus tidur. Padahal kurang tidur juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Hal demikian juga dapat mendorong kamu untuk melakukan kegiatan di luar gadget/internet yang memerlukan aktivitas fisik, seperti berolahraga, memasak, menata, serta membersihkan rumah/tempat tinggal yang baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

Setelah mengetahui apa itu social media detox dan beberapa manfaatnya, pastinya tertarik dong untuk mencobanya. Kamu bisa lho langsung mencobanya dengan periode yang singkat terlebih dahulu. Rasakan kebaikan dari social media detox dan apabila kamu membutuhkan lebih, kamu dapat merencanakan periode social media detox yang sesuai dengan kebutuhanmu. Selamat mencoba!

Bagikan